Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Banten · 13 Okt 2023 ·

Keras! Ketua Komisi IV DPRD Banten M.Nizar Sebut Pj.Gubernur Inkonsisten


 Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar. Foto: Istimewa

Kota Serang – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar mengkritik keras gaya kepemimpinan dan kebijakan Pj. Gubernur Banten yang dinilai tidak konsisten. Hal tersebut disampaikan Nizar lantaran serapan anggaran APBD Provinsi Banten yang berjalan secara lamban dengan alasan efisiensi anggaran.

“Badan anggaran itu menerima 3/4 matang, bukan 1/2 matang, 1/4 nya lagi tinggal ketok doang, mekanismenya gimana sih, OPD diperintahkan untuk mengusulkan program, nanti kemudian diturunkan oleh TAPD Pagu Indikatif, dibawalah ke badan anggaran, agar pembahasan yang detail maka kemudian dibahas pada rakor dikomisi tapi kewenangan tetap di badang anggaran, setelah sepakat diketok APBD 2023 harusnya kan jalan, kok tiba-tiba gak jalan karena alasan efisiensi, yah kalau mau bicara efisiensi di perencanaan dong, nunjukin banget kalau gak pinter,” Papar Nizar kepada TangerangPos, Jum’at (13/10/2023).

Nizar menegaskan jika ingin pembahasan efisiensi anggaran mestinya dilakukan sejak awal diperncanaan, jangan menunggu setelah ketuk palu.

“Lah gimana, dia yang ngerencanain dia sendiri yang bilang gak efisien, gimana sih,” Tandasnya.

Selain menyoroti inkonsistensi dalam pembahasan anggaran, Nizar juga mengingatkan kepada Pj.Gubernur Banten bahwa jabatan yang diembanya adalah hanya mengisi kekosongan jabatan bukan justru menghambat program yang sudah ada.

“Ibarat rumah, yang punya rumah lagi pergi, nah Pj. Ini cuma diminta untuk menjaga rumah, kalau ada keran mampet di betulin, kalau ada genteng bocor di tambalin, bukan semena-mena ganti garasi, bobok kamar tidur karena kebanyakan, pindahin ruangan tamu, ingat loh pj. hanya mengisi kekosongan bukan bertindak seenak udele dewek, jalan saja pada trek, jangan acak-acak program yang sudah disepakati,” Pungkasnya. [red]

 

Artikel ini telah dibaca 248 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Andra Soni : Logo Baru Bank Banten Lambangkan Kepercayaan, Semangat dan Harapan

1 Agustus 2026 - 21:40

Program Trans Banten Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

1 Agustus 2026 - 20:26

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Bank Banten Tumbuh Melesat, Kuat, Hebat

1 Agustus 2026 - 20:12

Naik Vespa Bersama SBB, Gubernur Andra Soni Ajak Komunitas Rawat Persatuan dan Promosikan Wisata Banten

1 Agustus 2026 - 19:04

Delegasi Gita Bahana Nusantara Asal Banten Dilepas Gubernur Andra Soni

30 Juli 2026 - 18:30

Pemprov Banten Apresiasi Kinerja Bank Banten di Usia ke-10

30 Juli 2026 - 17:41

Trending di Banten