Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Nasional · 28 Apr 2026 ·

Giwo Rubianto Wiyogo Soroti Tragedi Kecelakaan, Pertanyakan Keamanan Gerbong Perempuan 


 Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Giwo Rubianto Wiyogo. Foto: ist Perbesar

Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Giwo Rubianto Wiyogo. Foto: ist

Jakarta – Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Giwo Rubianto Wiyogo menyampaikan duka mendalam atas tragedi tabrakan kereta yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Insiden tersebut menjadi perhatian luas karena melibatkan penumpang dalam jumlah besar, termasuk perempuan yang berada di gerbong khusus.

Dalam pernyataannya, Giwo menyoroti posisi gerbong perempuan dalam rangkaian kereta yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari aspek keselamatan.

Ia menilai, penempatan gerbong perempuan di bagian ujung rangkaian berpotensi meningkatkan risiko jika terjadi kecelakaan, sehingga perlu dikaji ulang oleh pihak terkait.

Menurut Giwo, perlindungan terhadap perempuan dalam transportasi publik tidak cukup hanya dengan menghadirkan gerbong khusus, tetapi juga harus mempertimbangkan faktor keamanan secara menyeluruh.

“Keselamatan itu harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kebijakan yang dibuat untuk melindungi justru menimbulkan kerentanan baru,” tegasnya.

Giwo juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dan sistem keamanan transportasi kereta api, termasuk tata letak gerbong serta prosedur darurat saat terjadi insiden.

Ia berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan sistem keselamatan, khususnya dalam memberikan perlindungan optimal bagi perempuan sebagai pengguna transportasi publik.

“Ini bukan hanya soal teknis, tetapi soal keberpihakan pada keselamatan manusia. Perempuan harus merasa aman, bukan justru berada pada posisi yang lebih berisiko,” Tandasnya

Giwo Rubianto berharap uang duka atau jaminan lainnya yang akan diterima oleh korban harus dipermudah dan dilancarkan tanpa melalui prosuder yang berbelit belit. [red]

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Survei LKPI: 79,3 Persen Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

4 Agustus 2026 - 08:07

Pengurus Baru Gekrafs Sulteng Dilantik, Dan Resmi Berdiri di-seluruh Kabupaten Kota

28 Juli 2026 - 22:44

Konferensi Sungai Indonesia 2026 Satukan Komunitas Peduli Sungai Se-Indonesia

25 Juli 2026 - 12:46

BNI inisatif Melaporkan Skandal KUR Petani di Jember, Kawendra Apresiasi Dan Dorong Pembenahan Internal

14 Juli 2026 - 22:55

Jampidsus Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Pertambangan Mineral Bukan Logam

9 Juli 2026 - 07:54

Ahmad Chalil Gibran Resmi Mencalonkan Ketua Umum PB SEMMI Periode 2026-2028

6 Juli 2026 - 18:21

Trending di Nasional